Pages

Selasa, 03 November 2015

Review: INTERSTELLAR (2014)

      Ngomongin Science Fiction emang ngga ada habisnya gan, udah berhubungan dengan dunia IPA dicampur fiksi pula, ya jadinya ngerasa seperti ngelihat sesuatu yang nyata tapi juga dipadu sama imajinasi, bahkan bisa jadi lo gan kita ngga tau mana yang sebenernya imajinasi kita dengan kenyataan, haha, miris juga gan :D. Nah buat kalian para penggemar Sci Fi pasti udah latihan buat nonton film yang alurnya njelimet-njelimet, yang butuh konsentrasi buat ngecerna maksud tuh film, yang ngebuat kita serasa abis tes IQ. Misalnya aja film Interstellar gan, dah tau lah gan. Film ini kalo kalian bener-bener ngenikmatin alur ceritanya akan mudeng tuh film maksudnya ke mana. Kalo saya memang kudu muter balik otak sebentar sih gan buat ngelihat alur film Interstellar ini, tapi menurut saya, nih film kereen.. :D. Cus review ya gan....
       Ceritanya gan, di masa depan nanti bumi itu udah ngga layak huni lagi. Sumber pangan udah mulai berkurang persediaannya, lahan pertanian yang sering banget kena  badai debu yang bisa banget merusak kesehatan manusia. Manusia kembali ke kebaradaban bertani supaya mereka tetep bisa bertahan hidup. Salah satunya yang menjadi petani adalah Cooper yang sejatinya merupakan pilot uji coba NASA. Ia hidup di ladang pertanian bersama anak-anaknya Tom dan Murph, dan ayah tirinya. Murph merupakan anaknya yang masih berusia 10 tahun, ia percaya bahwa di dalam rumahnya terdapat hantu yang berusaha berkomunikasi dengan Murph. Murph anak yang cerdas, ia menemukan sesuatu di kamarnya yang merupakan sebuah kode. Cooper akhirnya percaya bahwa ada sesuatu yang aneh di kamar anaknya itu, ia kemudian menyelidiki dan pada akhirnya hasil penyelidikan itu menuntunnya ke pangkalan rahasia NASA pimpinan Dokter Brand.
     Cooper bersama Murph sampai di pangkalan tersebut, mereka tertangkap, kemudian masuklah mereka ke dalam pangkalan itu. Cooper dan Murph dipisahkan. Cooper ditanyai oleh seorang perempuan yang ternyata anak Brand. Dokter Brand cerita bahwa perjuangan untuk bertahan hidup manusia semakin sia-sia, ia mengungkapkan solusi berrupak kolonisasi di galaksi lain. Kemudian Cooper direkrut untuk menerbangkan Endurance gan. Endurance merupakan wahana antariksa uji coba dengan misi mencari planet layak huni dengan melewati lubang cacing yang terbentuk di orbit Saturnus. Endurance ini bakal mengikuti jejak Misi Lazarus, yaitu serangkaian wahana berawak yang dikirim melintasi lubang cacing untuk mempelajari kelayakan beberapa calon planet dalam jangka panjang. Data dari Lazarus mengerucut pada tiga calon planet gan, yaitu Miller, Edmunds, dan Mann, masing-masing planet itu diberi nama sesuai astronot yang melakukan survei ke sana.
      Dengan sangat berat hati, Cooper kahirnya menyetujui hal ini gan, itu membuat si Murph kecewa berat. Dia bener-bener ngga mau kalo ayahnya pergi, apalagi ke luar galaksi. Cooper memberi Murph jam tangan yang waktunya sama persis dengan milik Cooper, ia mengatakan kalau sekembalinya nanti setelah dari luar galaksi akan dicocokkan jam tangan mereka agar mereka mngetahui berapa perbedaan waktunya dengan di bumi. Tapi Murph tetetp ngga terima, apalagi setelah Cooper ngomong bisa jadi saat Ia kembali di bumi usia Murph sama dengan usia Cooper sekarang, artinya kalau Cooper balik mereka bakal seusia. Nah, pada saat Murph melarang mati-matian Cooper pergi, kejanggalan sempet terjadi di kamar Murph, yaitu beberapa buku dari rak nya terjatuh. Cooper yang sudah akan meninggalkan Murph sempat menoleh sebentar ke arah rak itu, tapi akhirnya ia melangkah pergi juga. Mereka berpisah dengan keadaan yang tidak baik.
     Bersama Amelia (putri Brand), fisikawan Rommily, dan geografer Doyle, beserta satu robot serbaguna yang namanya TARS berangkat menuju Saturnus selama dua tahun sebelum mereka terbang ke galaksi baru. Waktu melintasi lubang cacing, Amelia bertemu dengan makhluk luar dimensi. Ia yakin makhluk tersebut menaruh lubang cacing untuk menyelamatkan umat manusia. Endurance kemudian mengikuti sinyal yang ditinggalkan oleh ekspedisi Miller. Tapi gan, calon planet ini terlalu dekat sama Gargantua atau Lubang Hitam. Ini menyebabkan gravitasi meningkat dan diperkirakan akan terjadi selisih waktu yang cukup banyak dengan bumi, yaitu 1 jam sama dengan 7 tahun waktu di bumi! Cooper yang masih kepikiran sama keluarganya menyarankan agar bisa kerja cepat di sana. Sayang banget gan, tiba-tiba ada 2 gelombang raksasa yang siap menrjang mereka. Si Amelia yang awalnya berusaha buat ngumpulin data yang pecah akibat terkena ombak harus merelakan dat tersebut hilang, karena 2 raksasa ombak tadi segera datang. Pesawat mereka terkena air yang mengakibatkan kerusakan semetara pada mesin dan membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam agar pesawat dapat digunakan lagi. Mereka menyadari bahwa planet ini ngga layak huni karena sering terjadi pasang yang ngeri kayak gini. Akibat terkena ombak tadi disadari para awak yang terkejut setelah melihat Romm menjadi lebih tua dan mengatakan sudah 23 tahun waktu berlalu. Si Cooper shock mendengar kata itu. Kali ini mereka bener-benr harus bekerja lebih menghemat waktu lagi.
   Sementara itu Murph sudah dewasa dan bergabung dengan NASA. Ia berusaha menyelesaikan permasalahan fisika yang selama membingungkan Brand selama bertahun-tahun: persoalan mengenai bagaimana manusia dapat keluar dari tarikan gravitasi Bumi secara massal. Brand jatuh sakit dan ia mengaku bahwa tidak ada harapan bahwa Endurance akan pulang dengan selamat. Ia dari dulu mengutamakan "Rencana B", proyek repopulasi massal menggunakan embrio subur untuk merintis kembali spesies manusia.

0 komentar:

Posting Komentar